Lewati ke konten utama
Logo MAN 5 Bojonegoro

Menghidupkan Nada Dakwah dalam Seni di MAN 5 Bojonegoro

Menghidupkan Nada Dakwah dalam Seni di MAN 5 Bojonegoro
17 Jun 2026 admin@webma.com Kesiswa

BOJONEGORO – Kemeriahan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram di MAN 5 Bojonegoro berlangsung sangat meriah dan penuh makna. Tahun ini, madrasah mengusung tema yang sarat akan kreativitas, yaitu "Harmoni 1 Muharram: Nada Dakwah dalam Seni"Tema ini sengaja dipilih untuk membuktikan bahwa syiar Islam tidak hanya disampaikan lewat mimbar formal, melainkan juga bisa disalurkan melalui keindahan karya seni yang mendidik. 


KLIK DISINI MELIHAT SELURUH FOTO KEGIATAN


Tema ini sengaja dipilih untuk membuktikan bahwa syiar Islam tidak hanya disampaikan lewat mimbar formal, melainkan juga bisa disalurkan melalui keindahan karya seni yang mendidik.


Khitobah : Syiar Agama Lewat Orasi yang BerkarakterAcara dimulai sejak pagi hari dengan Lomba Khitobah sebagai pembuka rangkaian kegiatan. Perwakilan dari setiap kelas unjuk gigi menampilkan kemampuan berpidato dengan gaya penyampaian yang luar biasa. Para peserta mengupas tuntas pesan-pesan hijrah yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Lewat artikulasi yang tegas dan argumen yang kuat, lomba khitobah ini sukses menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah mental, kelancaran berbicara, serta menumbuhkan jiwa da’i muda yang berkarakter di lingkungan madrasah.


Pentas Seni : Ragam Nada Dakwah dalam Ekspresi KaryaSuasana madrasah semakin hidup saat memasuki puncak acara Pentas Seni (Pensi) Islami. Sesuai dengan tema "Nada Dakwah dalam Seni", panggung utama dipenuhi oleh berbagai ekspresi seni dari para siswa: Menyanyi Islami : Lantunan lagu-lagu religi dan selawat bergema syahdu. Suara merdu para peserta berhasil membawa suasana kedamaian sekaligus kecintaan kepada Rasulullah SAW.


Pertunjukan Drama : Seni peran yang ditampilkan oleh para siswa tidak sekadar menghibur. Lewat naskah yang kuat, penampilan drama ini menyelipkan pesan moral yang mendalam, mulai dari kisah hijrah para sahabat hingga problematika sosial remaja saat ini.Pembacaan Puisi: Dengan penuh penghayatan, bait-bait puisi bertema ketuhanan dan perenungan dosa dibacakan secara teatrikal. Penampilan ini berhasil menyentuh hati para penonton yang hadir.Istighotsah dan Doa Bersama: Puncak Refleksi SpiritualSetelah seharian berkompetisi dan berekspresi, seluruh rangkaian perayaan diakhiri dengan agenda utama yang paling khidmat, yaitu Istighotsah dan Doa Bersama. Seluruh keluarga besar MAN 5 Bojonegoro mulai dari kepala madrasah, bapak/ibu guru, staf, hingga seluruh siswa berkumpul bersama dengan penuh khusyuk.



Gema dzikir dan selawat yang dilantunkan bersama memecah keheningan, menciptakan atmosfer spiritual yang sangat kental. Momen ini menjadi sarana muhasabah (evaluasi diri) massal atas apa yang telah dilalui di tahun lalu, sekaligus wadah untuk memanjatkan doa agar di tahun baru ini, keluarga besar MAN 5 Bojonegoro diberikan keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta keselamatan dunia dan akhirat.

Team Keagamaan


Bagikan:
Chat Kami